Selasa, 22 Maret 2022

Urgensi Sistem Komunikasi dalam Aspek Sosiologi di Indonesia

Sistem komunikasi /Pixabay/mohamed_hassan

TentangTugas (22/03/2022) - 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dari adanya proses komunikasi, seseorang bisa menyampaikan perasaan, ide, dan informasi yang dipunyai kepada orang lain agar bisa memperoleh pemahaman bersama.

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Berbagai macam aspek membutuhkan sebuah proses komunikasi. Contoh konkrit urgensi dari proses komunikasi adalah ketika seorang pemimpin yang memimpin anggota organisasinya. Dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan efektif untuk mengatur dan menyelaraskan tugas para anggotanya agar bisa mendapatkan tujuan bersama sama.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dengan baik dan efektif. Dalam artikel ini akan membahas mengenai pentingnya suatu sistem komunikasi yang baik dalam kehidupan sosial di Indonesia.

1. Pengertian Sistem Komunikasi

Jika diartikan secara harfiah, sistem komunikasi merupakan segala sesuatu yang saling berkaitan dalam proses komunikasi. Terdapat beberapa unsur yang menunjang sistem komunikasi. Hal tersebut disampaikan oleh Laswell yang meliputi sumber, pesan, saluran atau media, penerima, dan efek. Kelima hal tersebut saling mempengaruhi dalam kehidupan sosial. Unsur-unsur tersebut saling terhubung satu sama lain dan saling mempengaruhi.

Jika ada di antara unsur tersebut yang tidak bekerja secara optimal maka akan berpengaruh terhadap unsur lainnya.
Ilustrasi Penulis

Sistem juga bisa disebut sebagai suatu kata kunci yang dapat digunakan untuk memahami hubungan kausalitas terhadap berbagai gejala kehidupan. Sistem komunikasi di Indonesia meliputi sebuah sistem komunikasi yang terdiri dari komunikasi tradisional dan komunikasi modern yang berdasar kepada nilai budaya, nilai sosial, maupun politik.

Menurut Edward Ariyanto (2021) pada buku "Pengantar Ilmu Komunikasi" menyatakan bahwa setidaknya ada dua sistem yang beroperasi dalam proses komunikasi. Hal tersebut yaitu sistem internal dan eksternal. Sistem internal yang dimaksud adalah seluruh sistem nilai yang dibawa setiap individu ketika berpatisipasi dalam komunikasi sosial di lingkungan seperti sikap (attitude), pola pikir (thinking patterns), keadaan internal (internal state), struktur kognitif (cognitive structure), bidang pengalaman (field of experience), dan kerangka rujukan (frame of experience).

Kemudian, sistem eksternalnya yaitu seluruh unsur dalam lingkungan di luar dirinya seperti kata-kata yang dipilih untuk berbicara, isyarat fisik, kegaduhan di sekitar, cahaya, suhu ruangan, dan lain-lainnya. Sistem komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan terutama pada era teknologi yang menimbulkan kebisingan informasi.

2. Hubungan Antara Sistem Komunikasi dan Aspek Sosiologi

Aspek sosiologi mengkaji berbagai macam hal yang terkait dengan struktur sosial, interaksi sosial, hingga perubaha-perubahan sosial. Adanya interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lainnya menimbulkan terjadinya komunikasi.

Dalam sistemnya, sosiologi komunikasi melibatkan unsur komunikasi interpersonal, budaya, media massa, proses interaksi, teknologi, dan kelompok sosial. Jika dikaitkan dengan proses sosial, komunikasi menjadi sebuah cara untuk melakukan perubahan sosial. Komunikasi menjadi solusi adanya diskriminasi atau pembedaan yang ada sehingga mampu merekatkan sistem sosial masyarakat.

Sistem komunikasi di Indonesia mencakup sebuah proses sosial, budaya, dan politik. Sistem komunikasi berfungsi merekatkan hubungan antara komponen masyarakat, membuka peradaban baru, dan berfungsi sebagai kontrol sosial.

Menurut Talcot Parson, dalam aspek sosial sistem komunikasi bisa digambarkan sebagai berikut.

Analisis sistem komunikasi berdasarkan sistem tindakan Talcot 

Menurut Suwarto (2005) proses dan struktur sosial melibatkan proses komunikasi agar masyarakat bisa bersosialisasi dan memahami satu sama lain.  Di era perkembangan teknologi saat ini, peran media sebagai perantara informasi secara massa memiliki pengaruh yang kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat.

3. Urgensi Sistem Komunikasi dalam Aspek Sosiologi di Indonesia

William I. Gorden (Mulyana, 2005) mengungkapkan bahwa sistem komunikasi memiliki empat fungsi yang urgen dalam kehidupan sosial yaitu sebagai komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual, dan komunikasi instrumental.

a. Fungsi komunikasi sosial: sebagai motif manusia untuk membangun diri, aktualisasi diri, memperoleh kebahagiaan, dan memupuk hubungan dengan orang lain,

b. Fungsi komunikasi ekspresif: sebagai cara seseorang untuk mengekspresikan informasi dengan baik agar bisa diterima orang lain dengan baik,

c. Fungsi komunikasi ritual: komunikasi ini merupakan cara seseorang untuk berkomitmen terhadap nilai keyakinan terhadap budaya, tradisi, keluarga, bangsa, atau agamanya.

d. Fungsi komunikasi instrumental: berfungsi untuk menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap atau keyakinan, mengubah perilaku, dan menghibur.

Dari berbagai fungsi tersebut, dapat dianalisis bahwa komunikasi dan sosiologi memiliki hubungan yang sangat erat. Proses komunikasi dapat mempengaruhi berbagai macam aspek kehidupan sosial. Di era teknologi yang semakin berkembang pesat menjadikan sistem komunikasi saling mempengaruhi sampai saat ini.

Keterkaitan antara satu unsur komunikasi dengan yang lainnya menciptakan sistem komunikasi yang berdampak terhadap tatanan sosial di Indonesia. Bisa dilihat melalui fenomena saat ini, media massa sebagai unsur komunikasi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap budaya masyarakat. Adanya TikTok, Instagram, YouTube, WhatsApp dan media sosial lainnya menjadikan proses komunikasi terjalin tanpa adanya batasan.

Fenomena media massa saat ini terus mengalami perkembangan begitu pesat baik media cetak, elektronik, maupun media digital. Tetapi, ekosistem media massa saat ini masih terlihat tidak merata. Media cetak dan elektronik sudah dikalahkan oleh media sosial. Namun, sangat disayangkan saat ini media sosial membawa dampak terhadap ekosistem media Indonesia. Banyak sekali konten yang merusak generasi selanjutnya.

Oleh sebab itu, pengetahuan tentang sistem komunikasi sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan kelima unsur komunikasi sehingga dapat menciptakan iklim sistem komunikasi yang efektif dan terarah.

Referensi:

Aditia, R. (2021). Sistem Komunikasi Indonesia: Suatu Proses Sosial, Budaya, dan Politik. Connected: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1-10.

Ariyanto, E. (2021). Pengantar Ilmu Komunikasi (Sejarah, Hakikat, dan Proses), Yogyakarta: DIVA Press.

Sikumbang, A. T. (2014). Komunikasi Bermedia. Jurnal Iqra, 8(1).

Suwarto, D. H. (2005). Sosiologi Komunikasi.

Widodo, A. S. Landasan Konseptual Sistem Komunikasi Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota dan Pengaruhnya terhadap Peradaban Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota ABSTRAK Komunikasi mempunyai peran penting dalam interaksi sosial masyarakat. Dalam setiap wilayah memilik...