
Sistem Komunikasi Masyarakat Kota
ABSTRAK
Komunikasi mempunyai peran penting dalam interaksi sosial
masyarakat. Dalam setiap wilayah memiliki pola interaksi yang berbeda karena
faktor geografis dan masyarakat itu sendiri. Hal ini menimbulkan munculnya
sistem komunikasi yang berbeda dalam sebuah wilayah. Salah satu wilayah yang
memiliki pengaruh besar terhadap wilayah lainnya adalah perkotaan. Sistem
komunikasi di kota dipengaruhi oleh karakteristik sosiologi komunikasi warga
kota. Hal ini dipengaruhi oleh indikator seperti kepercayaan masyarakat,
pendidikan, mata pencaharian, interaksi, dan media yang digunakan. Keempat
indikator tersebut saling berinteraksi dalam menciptakan sistem komunikasi di
perkotaan yang dapat mempengaruhi wilayah lainnya.
Kata kunci: sosiologi,
komunikasi, sistem komunikasi, kota
A.
PENDAHULUAN
Komunikasi
merupakan aspek yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan terutama dalam
proses interaksi sosial. Komunikasi memiliki peranan penting dalam membangun
hubungan antara individu satu dengan yang lainnya. Setiap saat seseorang pasti
membutuhkan komunikasi untuk menyampaikan pandangan atau pemikirannya kepada
orang lain. Untuk menyampaikan pesan, bekerja sama, mewujudkan gagasan, tujuan,
dan lainnya pastinya diperlukan proses komunikasi.
Bernard
Bereleson dan Gary A. Steiner (1964) dalam Wiryanto (2004) menyatakan
pendapatnya bahwa "communication: the transmission of information,
ideas, emotions, skills, etc by the uses of symbol..." (komunikasi
adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya,
dengan menggunakan simbol-simbol) (Turistiati, 2016). Setiap wilayah memiliki pola dan karakteristik yang berbeda
sesuai dengan budaya dan kebiasaan yang dijunjung tinggi dalam wilayah tersebut.
Proses komunikasi yang menyatu dengan adat istiadat di suatu wilayah akan
saling berhubungan dan membentuk sistem komunikasi.
Ada
karakteristik unik dalam setiap wilayah karena faktor geografis. Jika dilihat
dari segi geografis, komunikasi dijabarkan menjadi komunikasi masyarakat kota
dan komunikasi masyarakat desa. Di perkotaan, komunikasi berlangsung secara
interpersonal. Masyarakat jarang melakukan interaksi dengan warga sekitar.
Mereka lebih mengutamakan berinteraksi dengan keluarga daripada masyarakat
sekitar (Andrian, 2020). Karakteristik nilai komunikasi yang dijunjung juga berbeda dengan
yang dimiliki oleh masyarakat desa. Hal ini sangat perlu untuk dipelajari
mengingat pola komunikasi masyarakat kota membawa dampak yang signifikan untuk
peradaban baik di kota sendiri maupun ke desa.
Oleh karena
itu, disusunlah karya tulis ilmiah ini untuk memahami bagaimana karakteristik,
pola, dan sistem komunikasi yang ada dalam lingkungan perkotaan serta
pengaruhnya terhadap peradaban di Indonesia.
B.
METODE PENELITIAN
Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian karya tulis ilmiah ini adalah
penelitian kualitatif, yaitu dengan cara memahami fenomena yang terjadi
menggunakan studi literatur dan menganalisis melalui informasi media online,
serta dihubungkan berdasarka teori sosiologi komunikasi (Dani and Mediantara, 2020).
Pengumpulan
data yang dilakukan dengan melakukan observasi dan studi pustaka untuk
mengetahui karakteristik sistem komunikasi di suatu wilayah yaitu perkotaan.
C.
HASIL PEMBAHASAN
Sosiologi Komunikasi Masyarakat Kota
Sosiologi
komunikasi merupakan sebuah perspektif teoritis yang bisa dimanfaatkan sebagai
suatu alternatif kajian dalam mengurai persoalan sosial. Ruang lingkup
sosiologi komunikasi berhubungan erat dengan relasi sosial, integrasi sosial,
serta proses komunikasi sosial. Hal ini yang menjadikan sosiologi komunikasi
unik karena mengkaji dan mengurai masalah-masalah serta gejala sosial (Putra, 2017). Perspektif ini sangat berguna untuk mengupas sistem komunikasi
yang terjadi dalam masyarakat kota.
Masyarakat
perkotaan sendiri memiliki sifat individual, egois, materialistis, penuh
kemewahan yang dikelilingi oleh gedung-gedung, perkantoran, dan pabrik-pabrik
yang besar sehingga banyak orang yang berasumsi bahwa di kota adalah tempat
merubah nasib untuk mencapai kesuksesan. Masyarakat kota kehidupannya
heterogen, individual, dan terjadi persaingan yang tinggi namun sering kali
terjadi pertentangan atau konflik. Menurut Max Weber kota adalah penghuninya
sebagian besar mampu memenuhi kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Adapun
menurutnya, ciri kota adalah adanya pasar, dan sebagai benteng serta memiliki
sistem hukum dan lain-lain tersendiri, dan bersifat kosmopolitan (Pandaleke, 2015).
Adapun
karakteristik sosial masyarakat kota yang dapat mempengaruhi sistem komunikasi
adalah sebagai berikut:
1.
Hubungan
antara sesama nyaris didasarkan pada pertimbangan untuk kepentingan pribadi,
2.
Hubungan dengan masyarakat lain berlangsung
secara terbuka dan saling mempengaruhi,
3.
Mereka
yakin bahwa iptek memiliki kemanfaatan untuk meningkatkan kualitas hidup,
4.
Masyarakat
kota berdeferensi atas dasar perbedaan profesi dan keahlian sebagai fungsi
pendidikan serta pelatihan,
5.
Tingkat
pendidikan di kota relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat
desa,
6.
Aturan
hukum yang berlaku dalak kota lebi berorientasi pada aturan hukum formal yang
bersifat kompleks,
7.
Tata
ekonomi yang berlaku berorientasi pada nilai uang, persaingan, dan nilai-nilai
inovatif lainnya (Jamaludin, 2017).
Sistem Komunikasi Masyarakat Kota
Sistem
komunikasi memiliki pengertian yaitu kesatuan elemen-elemen yang saling
berhubungan sehingga menunjang proses komunikasi dalam lingkup tertentu (Hidayat, 2022). Adapun sistem komunikasi yang terbentuk dalam masyarakat kota
adalah sebagai berikut. Dapat dilihat dari segi mata pencaharian, kepercayaan,
pendidikan, cara berinteraksi, dan media yang digunakan dalam berkomunikasi.
1.
Kepercayaan:
masyarakat kota lebih mempercayai hal yang fiktif, rasional, dan pragmatis.
2.
Pendidikan:
masyarakat kota sudah memahami arti penting dari pendidikan dilihat dari
sebagian besar pendidikan masyarakat adalah SMA atau sederajat.
3.
Mata
pencaharian: bisa dikatakan bahwa hampir tidak ada masyarakat kota yang
berprofesi sebagai petani. Hal ini disebabkan karena tidak adanya lahan lagi
untuk bercocok tanam.
4.
Interaksi:
kehidupan masyarakat kota cenderung mengarah individual dan kurang mengenal
antara warga satu dengan yang lainnya meskipun tinggal berdekatan.
5.
Media
yang digunakan: untuk memperoleh informasi sangat mudah karena sudah digunakan
televisi untuk memperoleh berita. Hampir semua warga memiliki televisi. Banyak
juga yang beralih ke media digital karena kesibukan yang dimilikinya (Andrian, 2020).
Pengaruh Sistem Komunikasi Perkotaan terhadap Peradaban
Karena kota menjadi pusat wilayah untuk pengembangan seluruh
sektor, maka hal ini akan sangat berpengaruh untuk wilayah-wilayah lainnya
seperti pedesaan. Kota memiliki andil yang sangat kuat untuk mempengaruhi iklim
komunikasi. Apalagi dalam perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat
cepat berkembang di wilayah perkotaan menjadikan kota dijadikan sebagai kiblat
peradaban.
Evolusi komunikasi
umat manusia memberikan dukungan yang sangat besar pada perubahan media (Kristiyono, 2015). Pola komunikasi yang terjalin dari satu pihak ke pihak lain
sangat mempengaruh terhadap semua individu. Arus media komunikasi saat ini
sangat mudah masuk ke dalam perkotaan apalagi karakteristik masyarakat kota
yang terbuka akan perubahan. Oleh karena itu, tidak heran jika perkotaan
membawa arah perubahan untuk seluruh wilayah lainnya.
D.
KESIMPULAN
Masyarakat
perkotaan memiliki karakteristik sosiologis yang sangat beragam. Kondisi
sosiologis di kota yaitu heterogen, individual, dan sering terjadi persaingan.
Sistem komunikasi di perkotaan juga telah maju karena dari tingkat pendidikan,
kepercayaan, mata pencaharian, pola interaksi, dan media yang digunakan juga
berada dalam taraf yang tinggi dan bisa dimasuki oleh berbagai perubahan di era
modern ini. Sistem komunikasi di kota bisa menjadi pusat informasi bagi wilayah
lainnya, karena di perkotaan beragam akses informasi dan komunikasi sudah
tersedia.
DAFTAR PUSTAKA
Andrian, B. (2020) ‘BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT
PERKOTAAN’:, Syi’ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan
Masyarakat Islam, 3(1), pp. 30–37. Available at:
https://doi.org/10.37567/syiar.v3i1.228.
Dani, J.A. and
Mediantara, Y. (2020) ‘Covid-19 dan Perubahan Komunikasi Sosial’, Persepsi:
Communication Journal, 3(1), pp. 94–102.
Hidayat, M.A. (2022)
‘TentangTugas: Analisis Sistem Komunikasi Masyarakat Desa dan Kota Berdasarkan
Aspek Sosiologi Komunikasi’, TentangTugas. Available at: https://tentangtugasid.blogspot.com/2022/05/analisis-sistem-komunikasi-masyarakat.html
(Accessed: 30 June 2022).
Jamaludin, A.N. (2017) Sosiologi
Perkotaan. Bandung: CV Pustaka Setia.
Kristiyono, J. (2015)
‘BUDAYA INTERNET: PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM
MENDUKUNG PENGGUNAAN MEDIA DI MASYARAKAT’, Scriptura, 5(1), pp. 23–30.
Available at: https://doi.org/10.9744/scriptura.5.1.23-30.
Pandaleke, A. (2015) Sosiologi
Perkotaan. Bogor: Maxindo Internasional.
Putra, A.E. (2017)
‘Membangun Komunikasi Sosial Antaretnik: Perspektif Sosiologi Komunikasi’, Al-Adyan:
Jurnal Studi Lintas Agama, 12(1), pp. 1–15. Available at:
https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i1.1441.
Turistiati, A. (2016)
‘Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Mensosialisasikan dan Mewujudkan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar