Rabu, 29 Juni 2022

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota dan Pengaruhnya terhadap Peradaban Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota

ABSTRAK

Komunikasi mempunyai peran penting dalam interaksi sosial masyarakat. Dalam setiap wilayah memiliki pola interaksi yang berbeda karena faktor geografis dan masyarakat itu sendiri. Hal ini menimbulkan munculnya sistem komunikasi yang berbeda dalam sebuah wilayah. Salah satu wilayah yang memiliki pengaruh besar terhadap wilayah lainnya adalah perkotaan. Sistem komunikasi di kota dipengaruhi oleh karakteristik sosiologi komunikasi warga kota. Hal ini dipengaruhi oleh indikator seperti kepercayaan masyarakat, pendidikan, mata pencaharian, interaksi, dan media yang digunakan. Keempat indikator tersebut saling berinteraksi dalam menciptakan sistem komunikasi di perkotaan yang dapat mempengaruhi wilayah lainnya.

Kata kunci: sosiologi, komunikasi, sistem komunikasi, kota

A.  PENDAHULUAN

Komunikasi merupakan aspek yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan terutama dalam proses interaksi sosial. Komunikasi memiliki peranan penting dalam membangun hubungan antara individu satu dengan yang lainnya. Setiap saat seseorang pasti membutuhkan komunikasi untuk menyampaikan pandangan atau pemikirannya kepada orang lain. Untuk menyampaikan pesan, bekerja sama, mewujudkan gagasan, tujuan, dan lainnya pastinya diperlukan proses komunikasi.

Bernard Bereleson dan Gary A. Steiner (1964) dalam Wiryanto (2004) menyatakan pendapatnya bahwa "communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc by the uses of symbol..." (komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol) (Turistiati, 2016). Setiap wilayah memiliki pola dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan budaya dan kebiasaan yang dijunjung tinggi dalam wilayah tersebut. Proses komunikasi yang menyatu dengan adat istiadat di suatu wilayah akan saling berhubungan dan membentuk sistem komunikasi.

Ada karakteristik unik dalam setiap wilayah karena faktor geografis. Jika dilihat dari segi geografis, komunikasi dijabarkan menjadi komunikasi masyarakat kota dan komunikasi masyarakat desa. Di perkotaan, komunikasi berlangsung secara interpersonal. Masyarakat jarang melakukan interaksi dengan warga sekitar. Mereka lebih mengutamakan berinteraksi dengan keluarga daripada masyarakat sekitar (Andrian, 2020). Karakteristik nilai komunikasi yang dijunjung juga berbeda dengan yang dimiliki oleh masyarakat desa. Hal ini sangat perlu untuk dipelajari mengingat pola komunikasi masyarakat kota membawa dampak yang signifikan untuk peradaban baik di kota sendiri maupun ke desa.

Oleh karena itu, disusunlah karya tulis ilmiah ini untuk memahami bagaimana karakteristik, pola, dan sistem komunikasi yang ada dalam lingkungan perkotaan serta pengaruhnya terhadap peradaban di Indonesia.

B.  METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian karya tulis ilmiah ini adalah penelitian kualitatif, yaitu dengan cara memahami fenomena yang terjadi menggunakan studi literatur dan menganalisis melalui informasi media online, serta dihubungkan berdasarka teori sosiologi komunikasi (Dani and Mediantara, 2020).

Pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi dan studi pustaka untuk mengetahui karakteristik sistem komunikasi di suatu wilayah yaitu perkotaan.

C.  HASIL PEMBAHASAN

Sosiologi Komunikasi Masyarakat Kota

Sosiologi komunikasi merupakan sebuah perspektif teoritis yang bisa dimanfaatkan sebagai suatu alternatif kajian dalam mengurai persoalan sosial. Ruang lingkup sosiologi komunikasi berhubungan erat dengan relasi sosial, integrasi sosial, serta proses komunikasi sosial. Hal ini yang menjadikan sosiologi komunikasi unik karena mengkaji dan mengurai masalah-masalah serta gejala sosial (Putra, 2017). Perspektif ini sangat berguna untuk mengupas sistem komunikasi yang terjadi dalam masyarakat kota.

Masyarakat perkotaan sendiri memiliki sifat individual, egois, materialistis, penuh kemewahan yang dikelilingi oleh gedung-gedung, perkantoran, dan pabrik-pabrik yang besar sehingga banyak orang yang berasumsi bahwa di kota adalah tempat merubah nasib untuk mencapai kesuksesan. Masyarakat kota kehidupannya heterogen, individual, dan terjadi persaingan yang tinggi namun sering kali terjadi pertentangan atau konflik. Menurut Max Weber kota adalah penghuninya sebagian besar mampu memenuhi kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Adapun menurutnya, ciri kota adalah adanya pasar, dan sebagai benteng serta memiliki sistem hukum dan lain-lain tersendiri, dan bersifat kosmopolitan (Pandaleke, 2015).

Adapun karakteristik sosial masyarakat kota yang dapat mempengaruhi sistem komunikasi adalah sebagai berikut:

1.       Hubungan antara sesama nyaris didasarkan pada pertimbangan untuk kepentingan pribadi,

2.        Hubungan dengan masyarakat lain berlangsung secara terbuka dan saling mempengaruhi,

3.       Mereka yakin bahwa iptek memiliki kemanfaatan untuk meningkatkan kualitas hidup,

4.       Masyarakat kota berdeferensi atas dasar perbedaan profesi dan keahlian sebagai fungsi pendidikan serta pelatihan,

5.       Tingkat pendidikan di kota relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat desa,

6.       Aturan hukum yang berlaku dalak kota lebi berorientasi pada aturan hukum formal yang bersifat kompleks,

7.       Tata ekonomi yang berlaku berorientasi pada nilai uang, persaingan, dan nilai-nilai inovatif lainnya (Jamaludin, 2017).

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota

Sistem komunikasi memiliki pengertian yaitu kesatuan elemen-elemen yang saling berhubungan sehingga menunjang proses komunikasi dalam lingkup tertentu (Hidayat, 2022). Adapun sistem komunikasi yang terbentuk dalam masyarakat kota adalah sebagai berikut. Dapat dilihat dari segi mata pencaharian, kepercayaan, pendidikan, cara berinteraksi, dan media yang digunakan dalam berkomunikasi.

1.      Kepercayaan: masyarakat kota lebih mempercayai hal yang fiktif, rasional, dan pragmatis.

2.      Pendidikan: masyarakat kota sudah memahami arti penting dari pendidikan dilihat dari sebagian besar pendidikan masyarakat adalah SMA atau sederajat.

3.      Mata pencaharian: bisa dikatakan bahwa hampir tidak ada masyarakat kota yang berprofesi sebagai petani. Hal ini disebabkan karena tidak adanya lahan lagi untuk bercocok tanam.

4.      Interaksi: kehidupan masyarakat kota cenderung mengarah individual dan kurang mengenal antara warga satu dengan yang lainnya meskipun tinggal berdekatan.

5.      Media yang digunakan: untuk memperoleh informasi sangat mudah karena sudah digunakan televisi untuk memperoleh berita. Hampir semua warga memiliki televisi. Banyak juga yang beralih ke media digital karena kesibukan yang dimilikinya (Andrian, 2020).

Pengaruh Sistem Komunikasi Perkotaan terhadap Peradaban

            Karena kota menjadi pusat wilayah untuk pengembangan seluruh sektor, maka hal ini akan sangat berpengaruh untuk wilayah-wilayah lainnya seperti pedesaan. Kota memiliki andil yang sangat kuat untuk mempengaruhi iklim komunikasi. Apalagi dalam perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat cepat berkembang di wilayah perkotaan menjadikan kota dijadikan sebagai kiblat peradaban.

Evolusi komunikasi umat manusia memberikan dukungan yang sangat besar pada perubahan media (Kristiyono, 2015). Pola komunikasi yang terjalin dari satu pihak ke pihak lain sangat mempengaruh terhadap semua individu. Arus media komunikasi saat ini sangat mudah masuk ke dalam perkotaan apalagi karakteristik masyarakat kota yang terbuka akan perubahan. Oleh karena itu, tidak heran jika perkotaan membawa arah perubahan untuk seluruh wilayah lainnya.

D.  KESIMPULAN

Masyarakat perkotaan memiliki karakteristik sosiologis yang sangat beragam. Kondisi sosiologis di kota yaitu heterogen, individual, dan sering terjadi persaingan. Sistem komunikasi di perkotaan juga telah maju karena dari tingkat pendidikan, kepercayaan, mata pencaharian, pola interaksi, dan media yang digunakan juga berada dalam taraf yang tinggi dan bisa dimasuki oleh berbagai perubahan di era modern ini. Sistem komunikasi di kota bisa menjadi pusat informasi bagi wilayah lainnya, karena di perkotaan beragam akses informasi dan komunikasi sudah tersedia.

DAFTAR PUSTAKA
Andrian, B. (2020) ‘BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT PERKOTAAN’:, Syi’ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam, 3(1), pp. 30–37. Available at: https://doi.org/10.37567/syiar.v3i1.228.

Dani, J.A. and Mediantara, Y. (2020) ‘Covid-19 dan Perubahan Komunikasi Sosial’, Persepsi: Communication Journal, 3(1), pp. 94–102.

Hidayat, M.A. (2022) ‘TentangTugas: Analisis Sistem Komunikasi Masyarakat Desa dan Kota Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi’, TentangTugas. Available at: https://tentangtugasid.blogspot.com/2022/05/analisis-sistem-komunikasi-masyarakat.html (Accessed: 30 June 2022).

Jamaludin, A.N. (2017) Sosiologi Perkotaan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Kristiyono, J. (2015) ‘BUDAYA INTERNET: PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MENDUKUNG PENGGUNAAN MEDIA DI MASYARAKAT’, Scriptura, 5(1), pp. 23–30. Available at: https://doi.org/10.9744/scriptura.5.1.23-30.

Pandaleke, A. (2015) Sosiologi Perkotaan. Bogor: Maxindo Internasional.

Putra, A.E. (2017) ‘Membangun Komunikasi Sosial Antaretnik: Perspektif Sosiologi Komunikasi’, Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 12(1), pp. 1–15. Available at: https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i1.1441.

Turistiati, A. (2016) ‘Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Mensosialisasikan dan Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’.

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota dan Pengaruhnya terhadap Peradaban Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota ABSTRAK Komunikasi mempunyai peran penting dalam interaksi sosial masyarakat. Dalam setiap wilayah memilik...