Rabu, 29 Juni 2022

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota dan Pengaruhnya terhadap Peradaban Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota

ABSTRAK

Komunikasi mempunyai peran penting dalam interaksi sosial masyarakat. Dalam setiap wilayah memiliki pola interaksi yang berbeda karena faktor geografis dan masyarakat itu sendiri. Hal ini menimbulkan munculnya sistem komunikasi yang berbeda dalam sebuah wilayah. Salah satu wilayah yang memiliki pengaruh besar terhadap wilayah lainnya adalah perkotaan. Sistem komunikasi di kota dipengaruhi oleh karakteristik sosiologi komunikasi warga kota. Hal ini dipengaruhi oleh indikator seperti kepercayaan masyarakat, pendidikan, mata pencaharian, interaksi, dan media yang digunakan. Keempat indikator tersebut saling berinteraksi dalam menciptakan sistem komunikasi di perkotaan yang dapat mempengaruhi wilayah lainnya.

Kata kunci: sosiologi, komunikasi, sistem komunikasi, kota

A.  PENDAHULUAN

Komunikasi merupakan aspek yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan terutama dalam proses interaksi sosial. Komunikasi memiliki peranan penting dalam membangun hubungan antara individu satu dengan yang lainnya. Setiap saat seseorang pasti membutuhkan komunikasi untuk menyampaikan pandangan atau pemikirannya kepada orang lain. Untuk menyampaikan pesan, bekerja sama, mewujudkan gagasan, tujuan, dan lainnya pastinya diperlukan proses komunikasi.

Bernard Bereleson dan Gary A. Steiner (1964) dalam Wiryanto (2004) menyatakan pendapatnya bahwa "communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc by the uses of symbol..." (komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan, dan sebagainya, dengan menggunakan simbol-simbol) (Turistiati, 2016). Setiap wilayah memiliki pola dan karakteristik yang berbeda sesuai dengan budaya dan kebiasaan yang dijunjung tinggi dalam wilayah tersebut. Proses komunikasi yang menyatu dengan adat istiadat di suatu wilayah akan saling berhubungan dan membentuk sistem komunikasi.

Ada karakteristik unik dalam setiap wilayah karena faktor geografis. Jika dilihat dari segi geografis, komunikasi dijabarkan menjadi komunikasi masyarakat kota dan komunikasi masyarakat desa. Di perkotaan, komunikasi berlangsung secara interpersonal. Masyarakat jarang melakukan interaksi dengan warga sekitar. Mereka lebih mengutamakan berinteraksi dengan keluarga daripada masyarakat sekitar (Andrian, 2020). Karakteristik nilai komunikasi yang dijunjung juga berbeda dengan yang dimiliki oleh masyarakat desa. Hal ini sangat perlu untuk dipelajari mengingat pola komunikasi masyarakat kota membawa dampak yang signifikan untuk peradaban baik di kota sendiri maupun ke desa.

Oleh karena itu, disusunlah karya tulis ilmiah ini untuk memahami bagaimana karakteristik, pola, dan sistem komunikasi yang ada dalam lingkungan perkotaan serta pengaruhnya terhadap peradaban di Indonesia.

B.  METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian karya tulis ilmiah ini adalah penelitian kualitatif, yaitu dengan cara memahami fenomena yang terjadi menggunakan studi literatur dan menganalisis melalui informasi media online, serta dihubungkan berdasarka teori sosiologi komunikasi (Dani and Mediantara, 2020).

Pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan observasi dan studi pustaka untuk mengetahui karakteristik sistem komunikasi di suatu wilayah yaitu perkotaan.

C.  HASIL PEMBAHASAN

Sosiologi Komunikasi Masyarakat Kota

Sosiologi komunikasi merupakan sebuah perspektif teoritis yang bisa dimanfaatkan sebagai suatu alternatif kajian dalam mengurai persoalan sosial. Ruang lingkup sosiologi komunikasi berhubungan erat dengan relasi sosial, integrasi sosial, serta proses komunikasi sosial. Hal ini yang menjadikan sosiologi komunikasi unik karena mengkaji dan mengurai masalah-masalah serta gejala sosial (Putra, 2017). Perspektif ini sangat berguna untuk mengupas sistem komunikasi yang terjadi dalam masyarakat kota.

Masyarakat perkotaan sendiri memiliki sifat individual, egois, materialistis, penuh kemewahan yang dikelilingi oleh gedung-gedung, perkantoran, dan pabrik-pabrik yang besar sehingga banyak orang yang berasumsi bahwa di kota adalah tempat merubah nasib untuk mencapai kesuksesan. Masyarakat kota kehidupannya heterogen, individual, dan terjadi persaingan yang tinggi namun sering kali terjadi pertentangan atau konflik. Menurut Max Weber kota adalah penghuninya sebagian besar mampu memenuhi kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Adapun menurutnya, ciri kota adalah adanya pasar, dan sebagai benteng serta memiliki sistem hukum dan lain-lain tersendiri, dan bersifat kosmopolitan (Pandaleke, 2015).

Adapun karakteristik sosial masyarakat kota yang dapat mempengaruhi sistem komunikasi adalah sebagai berikut:

1.       Hubungan antara sesama nyaris didasarkan pada pertimbangan untuk kepentingan pribadi,

2.        Hubungan dengan masyarakat lain berlangsung secara terbuka dan saling mempengaruhi,

3.       Mereka yakin bahwa iptek memiliki kemanfaatan untuk meningkatkan kualitas hidup,

4.       Masyarakat kota berdeferensi atas dasar perbedaan profesi dan keahlian sebagai fungsi pendidikan serta pelatihan,

5.       Tingkat pendidikan di kota relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan masyarakat desa,

6.       Aturan hukum yang berlaku dalak kota lebi berorientasi pada aturan hukum formal yang bersifat kompleks,

7.       Tata ekonomi yang berlaku berorientasi pada nilai uang, persaingan, dan nilai-nilai inovatif lainnya (Jamaludin, 2017).

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota

Sistem komunikasi memiliki pengertian yaitu kesatuan elemen-elemen yang saling berhubungan sehingga menunjang proses komunikasi dalam lingkup tertentu (Hidayat, 2022). Adapun sistem komunikasi yang terbentuk dalam masyarakat kota adalah sebagai berikut. Dapat dilihat dari segi mata pencaharian, kepercayaan, pendidikan, cara berinteraksi, dan media yang digunakan dalam berkomunikasi.

1.      Kepercayaan: masyarakat kota lebih mempercayai hal yang fiktif, rasional, dan pragmatis.

2.      Pendidikan: masyarakat kota sudah memahami arti penting dari pendidikan dilihat dari sebagian besar pendidikan masyarakat adalah SMA atau sederajat.

3.      Mata pencaharian: bisa dikatakan bahwa hampir tidak ada masyarakat kota yang berprofesi sebagai petani. Hal ini disebabkan karena tidak adanya lahan lagi untuk bercocok tanam.

4.      Interaksi: kehidupan masyarakat kota cenderung mengarah individual dan kurang mengenal antara warga satu dengan yang lainnya meskipun tinggal berdekatan.

5.      Media yang digunakan: untuk memperoleh informasi sangat mudah karena sudah digunakan televisi untuk memperoleh berita. Hampir semua warga memiliki televisi. Banyak juga yang beralih ke media digital karena kesibukan yang dimilikinya (Andrian, 2020).

Pengaruh Sistem Komunikasi Perkotaan terhadap Peradaban

            Karena kota menjadi pusat wilayah untuk pengembangan seluruh sektor, maka hal ini akan sangat berpengaruh untuk wilayah-wilayah lainnya seperti pedesaan. Kota memiliki andil yang sangat kuat untuk mempengaruhi iklim komunikasi. Apalagi dalam perkembangan teknologi dan komunikasi yang sangat cepat berkembang di wilayah perkotaan menjadikan kota dijadikan sebagai kiblat peradaban.

Evolusi komunikasi umat manusia memberikan dukungan yang sangat besar pada perubahan media (Kristiyono, 2015). Pola komunikasi yang terjalin dari satu pihak ke pihak lain sangat mempengaruh terhadap semua individu. Arus media komunikasi saat ini sangat mudah masuk ke dalam perkotaan apalagi karakteristik masyarakat kota yang terbuka akan perubahan. Oleh karena itu, tidak heran jika perkotaan membawa arah perubahan untuk seluruh wilayah lainnya.

D.  KESIMPULAN

Masyarakat perkotaan memiliki karakteristik sosiologis yang sangat beragam. Kondisi sosiologis di kota yaitu heterogen, individual, dan sering terjadi persaingan. Sistem komunikasi di perkotaan juga telah maju karena dari tingkat pendidikan, kepercayaan, mata pencaharian, pola interaksi, dan media yang digunakan juga berada dalam taraf yang tinggi dan bisa dimasuki oleh berbagai perubahan di era modern ini. Sistem komunikasi di kota bisa menjadi pusat informasi bagi wilayah lainnya, karena di perkotaan beragam akses informasi dan komunikasi sudah tersedia.

DAFTAR PUSTAKA
Andrian, B. (2020) ‘BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT PERKOTAAN’:, Syi’ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam, 3(1), pp. 30–37. Available at: https://doi.org/10.37567/syiar.v3i1.228.

Dani, J.A. and Mediantara, Y. (2020) ‘Covid-19 dan Perubahan Komunikasi Sosial’, Persepsi: Communication Journal, 3(1), pp. 94–102.

Hidayat, M.A. (2022) ‘TentangTugas: Analisis Sistem Komunikasi Masyarakat Desa dan Kota Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi’, TentangTugas. Available at: https://tentangtugasid.blogspot.com/2022/05/analisis-sistem-komunikasi-masyarakat.html (Accessed: 30 June 2022).

Jamaludin, A.N. (2017) Sosiologi Perkotaan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Kristiyono, J. (2015) ‘BUDAYA INTERNET: PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM MENDUKUNG PENGGUNAAN MEDIA DI MASYARAKAT’, Scriptura, 5(1), pp. 23–30. Available at: https://doi.org/10.9744/scriptura.5.1.23-30.

Pandaleke, A. (2015) Sosiologi Perkotaan. Bogor: Maxindo Internasional.

Putra, A.E. (2017) ‘Membangun Komunikasi Sosial Antaretnik: Perspektif Sosiologi Komunikasi’, Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 12(1), pp. 1–15. Available at: https://doi.org/10.24042/ajsla.v12i1.1441.

Turistiati, A. (2016) ‘Pentingnya Komunikasi Efektif dalam Mensosialisasikan dan Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan’.

Selasa, 17 Mei 2022

Analisis Sistem Komunikasi Masyarakat Desa dan Kota Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi

Analisis sistem komunikasi masyarakat desa dan kota

Pendahuluan

Jika ditinjau dari bentukan katanya, sistem komunikasi tersusun atas dua kata yaitu "sistem" dan "komunikasi". Sistem dapat diartikan sebagai suatu keseluruhan yang unik, karena bagian-bagiannya berhubungan satu sama lain dan tidak bisa dipahami secara terpisah. Sistem terjadi karena ada interaksi di antara bagian-bagiannya. Dari 27th Annual INCOSE International Symposium (IS 2017) Adelaide, Australia, Juli 2017 mendefinisikan sistem sebagai kesatuan elemen seperti (perangkat keras, perangkat lunak, firmware, proses, orang informasi, fasilitas, teknik, layanan, dan elemen pendukung lainnya).

Kemudian, tersusun atas kata "komunikasi" yang dalam definisinya mengandung lima unsur sekaligus yaitu penyampaian pesan, pesan, penerima pesan, alat penyampai pesan, dan efek yang ditimbulkan oleh pesan yang disampaikan (Sahputra, 2021). Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem komunikasi memiliki pengertian yaitu terjadinya proses komunikasi yang melibatkan lima unsur komunikasi dalam suatu interaksi elemen-elemen penunjang kehidupan. Antara lima unsur komunikasi dan elemen dalam masyarakat saling berinteraksi sehingga menghasilkan sistem komunikasi yang dijunjung dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, diperlukan suatu proses komunikasi yang efektif dan maksimal. Secara sadar atau tidak, dalam kehidupan pasti terjadi sebuah proses bertukar pikiran antara satu individu dengan individu lainnya. Dalam proses tersebut, hadirlah suatu sistem komunikasi yang disepakati dan dijadikan pedoman oleh masyarakat.

Setiap wilayah memiliki karakteristik sistem komunikasi yang berbeda. Hal ini sangat mempengaruhi proses interaksi sosial yang terjadi dalam wilayah tersebut. Ada yang masih menjunjung adat istiadat atau tradisi, ada juga yang sudah bertransformasi ke arah modern. Proses ini dipengaruhi nilai-nilai yang dijunjung oleh masyarakat di suatu wilayah. Terdapat faktor sosiologi yang mempengaruhi proses komunikasi. Faktor tersebut diantaranya yaitu unsur yang terdapat dalam masyarakat itu sendiri seperti suku, agama, ras, budaya, strata pendidikan, jenis pekerjaan, dan faktor lainnya. Semua unsur tersebut yang menjadi faktor penting dalam membentuk sistem komunikasi dan dijunjung sebagai budaya komunikasi masyarakat.

Jika ditinjau dari aspek geografi, terdapat dua klasifikasi masyarakat, yaitu masyarakat desa dan masyarakat kota. Keduanya memiliki karakteristik tersendiri dalam aspek sistem komunikasinya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dianalisis bagaimana sistem komunikasi yang terjadi di desa dan juga kota.

Isi

Berdasarkan berbagai pemikiran dari pakar komunikasi, menyimpulkan bahwa komunikasi merupakan proses penyebaran informasi, pendidikan dan keterampilan, mengubah rekayasa sosial dan perilaku.

1. Komunikasi memiliki fungsi sebagai proses penyebaran informasi kepada publik

Komunikasi dapat memberikan perspektif pembangunan dan berbagi ide dalam menciptakan perubahan antara pemerintah dan masyarakat.

2. Sebagai proses pendidikan dan keterampilan masyarakat

Melalui kontak, informasi, komunikasi dan penyebaran pesan di berbagai saluran proses komunikasi difungsikan untuk memberikan pendidikan dan keterampilan kepada masyarakat.

3. Sebagai proses teknologi sosial

Komunikasi dianggap sebagai bentuk proses rekayasa sosial yang bisa menciptakan kontak, partisipasi, dan dukungan informasi.

4. Sebagai proses perubahan perilaku

Proses komunikasi ini terkait dengan aspek pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mental untuk mencapai perubahan. Informasi pesan akan sangat mempengaruhi dan menentukan perubahan perilaku seseorang (Akbar, Putubasai, dan Asmaria, 2019).

Fungsi komunikasi untuk masyarakat memang sangat luas. Komunikasi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sosial masyarakat. Keempat fungsi di atas sangat mempengaruhi bagaimana pola interaksi sosial yang terjadi baik di masyarakat desa maupun di kota.

Dari aspek sosiologi, berikut ini yang dimaksud dengan masyarakat desa dan masyarakat kota. Masyarakat desa adalah suatu kelompok teritorial yang menyelenggarakan kegiatan hidup di suatu wilayah sesuai dengan tingkat peradabannya. Berikut karakteristik masyarakat desa:

1. Pola hidup masyarakat desa erat hubungannya dengan alam, hidup sederhana, rukun, dan gotong royong

2. Masyarakat religius atau masih sangat patuh terhadap agama dan kepercayaan yang dianutnya

3. Mata pencaharian sebagai besar hidup dengan mata pencaharian agraris.

Sedangkan masyarakat kota merupakan masyarakat (society) yang mana anggota-anggotanya berpisah-pisan, saling tidak kenal, dan lebih terikat kontak kekeluargaan. Adapun karakteristiknya sebagai berikut:

1. Heterogenitas sosial (padat dan timbul persaingan)

2. Hubungan antar masyarakat sangat terbatas

3. Toleransi sosial kurang diperhatikan

4. Bermobilitas sosial dan berkarakter individualistik.

Dari karakter tersebut mungkin disebabkan oleh lingkungan yang serba bersaing dan memiliki heterogenitas yang tinggi (Jamaludin, 2017).

Kota memiliki ciri khas tersendiri dalam berkomunikasi. Di sini nilai budaya para leluhur kurang dipelajari mendalam. Itu disebabkan pengaruh budaya luar yang sangat pesat perkembangannya. Sistem komunikasi yang terbentuk pada masyarakat perkotaan dapat dilihat dari mata pencaharian, pendidikan, cara berinteraksi, dan media yang digunakan dalam berkomunikasi. Hal ini berbanding terbalik dengan realitas sistem komunikasi yang terjadi di perdesaan. Masyarakat masih suka menjalankan tradisi dan menjalankan sistem komunikasi tradisional dalam kehidupan mereka. Berikut perbedaan sistem komunikasi di desa dan kota.

1. Kepercayaan: masyarakat kota lebih mempercayai hal yang rasional dan pragmatis disebabkan oleh kemajuan teknologi. Masyarakat desa masih ada yang menjunjung tinggi nilai religi dan norma sosial yang diturunkan secara turun temurun.

2. Pendidikan: sebagian besar pendidikan masyarakat adalah SMA atau sederajat. Mereka berbondong-bondong untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak mereka hingga ke perguruan Tinggi. Masyarakat desa lebih suka akan hal yang instan, terbukti sangat sedikit dari mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

3. Mata pencaharian: mata pencahariaan tradisional seperti bertani mulai ditinggalkan masyarakat kota. Masyarakat desa masih banyak yang bertani, berkebun, dan menjalani mata pencahariaan tradisional

4. Interaksi: interaksi yang terjadi cenderung individual dan kurang mengenal antara warga satu dengan yang lainnya. Di desa, interaksi yang terjadi sangat terjaga. Nilai kerukunan dan gotong royong sangat dijunjung di sana.

5. Media yang digunakan: fasilitas di perkotaan sangat mencukupi. Akses akan informasi didapatkan secara sangat cepat. Fasilitas di desa lebih sedikit dibandingkan dengan di kota, sehingga terkadang akses informasi lumayan lama disampaikan kepada khalayak (Andrian, 2020).

Menurut Juditha (2020), masyarakat desa merupakan instiusi sosial yang masih dipengaruhi oleh norma, sistem sosial, nilai, serta budaya. Oleh karena itu, masyarakat desa selama ini masih mengandalkan cara berkomunikasi langsung karena dapat mempengaruhi hubungan dan dianggap lebih sopan. Adanya teknologi informasi bukan hanya memengaruhi hubungan tetapi juga memengaruhi norma dan nilai yang dianut masyarakat desa (Juditha, 2020). Teknologi mempengaruhi segala macam aspek kehidupan baik di desa maupun kota. Saat ini masyarakat sudah memasuki era transformasi digital yang mana sistem komunikasi sudah dapat dinikmati oleh semua orang dengan cepat. Hal ini tentunya akan sangat membantu proses pembangunan di berbagai wilayah.

Teknologi informasi membuat tatanan sosial masyarakat mulai berubah. Dari desa hingga kota sudah paham akan teknologi sehingga proses sosial, politik, hingga budaya juga terpengaruh. Pastinya transformasi ini harus diimbangi menggunakan nilai kebudayaan asli yang dimiliki Indonesia.

Jika ditinjau dari teori sosiologi yang dicetuskan oleh Emile Dhurkeim menyatakan bahwa di perdesaan masih erat dengan aspek sosiologi komunikasi yaitu solidaritas mekanik yang mana masih menjunjung erat akan norma dan nilai religiusitas secara bersama-sama. Sedangkan masyarakat perkotaan erat dengan aspek sosiologi solidaritas organik yaitu mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh saling ketergantungan antar bagian dan kesepakatan-kesepakatan antara berbagai kelompok profesi (Setiyawati, 2014). Dari sini bisa dianalisis bahwa sistem komunikasi di perkotaan lebih modern dan berkarakter heterogen dibandingkan sistem komunikasi masyarakat perdesaan.

Penutup

Berdasarkan hasil pembahasan isi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Sistem komunikasi merupakan proses tejadinya komunikasi yang melibatkan lima unsur komunikasi dalam interaksi elemen-elemen penunjang kehidupan,

2. Komunikasi berfungsi sebagai proses penyebaran informasi, pendidikan dan keterampilan, serta mengubah rekayasa sosial dan perilaku,

3. Sistem komunikasi masyarakat desa lebih menjunjung nilai tradisional dibandingkan masyarakat kota yang lebih modern,

4. Ditinjau dari aspek sosiologi, sistem komunikasi masyarakat desa erat kaitannya dengan solidaritas mekanik, sedangkan masyarakat kota erat kaitannya dengan solidaritas organik.

Dapat ditarik pula sebuah harapan yaitu sistem komunikasi yang terjadi di desa dan kota terdapat perbedaan. Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam sistem keduanya. Yang terpenting adalah menyelaraskan sistem komunikasi dalam kehidupan ini. Sistem komunikasi yang efektif akan membuat pola interaksi dalam masyarakat berjalan harmonis, selaras, dan seimbang.

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, M.F., Putubasai, E. and Asmaria, A. (2019) ‘PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT’, KOMUNIKA, 2(2), pp. 111–127. doi:10.24042/komunika.v2i2.6027.

Andrian, B. (2020) ‘BUDAYA KOMUNIKASI MASYARAKAT PERKOTAAN’:, Syi’ar : Jurnal Ilmu Komunikasi, Penyuluhan dan Bimbingan Masyarakat Islam, 3(1), pp. 30–37. doi:10.37567/syiar.v3i1.228.

Juditha, C. (2020) ‘DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI TERHADAP POLA KOMUNIKASI MASYARAKAT DESA (Studi Di Desa Melabun, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung)’, Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan), 21(2), pp. 131–140.

Nashrullah Jamaludin, A. (2017) Sosiologi Perkotaan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Sahputra, D. (2021) SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA Dalam Penggunaan Media Massa Dan Media Sosial.

Setiyawati, R. (2014) ‘Peranan Dukun Bayi Dalam Perspektif Masyarakat Jawa Terhadap Proses Persalinan Di Dusun Noloprayan Desa Jatirejo Kabupaten Semarang Jawa Tengah (Melalui Pendekatan Teori Solidaritas Mekanik Dan Organik Emile Durkheim)’. Available at: https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/25317 (Accessed: 17 May 2022).

Kamis, 07 April 2022

Pengaruh Media Massa terhadap Hubungan Masyarakat Era Digital

Media massa /Pixabay/

TentangTugas (07/04/2022) - Media massa membawa pengaruh signifikan terhadap perubahan pola kehidupan masyarakat era digital. Berbagai macam informasi dan pesan sangat mudah untuk diketahui dan disebarkan dengan sebuah alat yang disebut dengan Handphone.

Pada dasarnya, di era digital ini media massa memegang kontrol penting dalam masyarakat. Media massa memegang kendali terhadap perkembangan ekosistem informasi, budaya, hingga pendidikan. Karena sifatnya berguna untuk khalayak luas, media massa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam peradaban masyarakat.

Media massa selalu mengikuti dinamika perkembangan zaman yang telah masuk ke era masyarakat informasi. Berdasarkan data yang dilansir dari Katadata.co.id mengungkapkan bahwa per Januari 2022 terdapat 204,7 juta pengguna internet di Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa tren pengguna media digital Indonesia sangat tinggi dan memungkinkan untuk terus mengembangkan informasi dalam media massa. Dapat kita lihat saat ini, terdapat berbagai macam portal berita yang terus mengembangkan proses penyampaian berita dalam berbagai macam media.

Jika ditinjau dari jenis media massa, terdapat tiga jenis media yang ada. Ketiganya yaitu media cetak, media elektronik, dan media digital. Ketiganya saling melengkapi dalam proses pengkomunikasian informasi yang ada.

Ketiga jenis media massa ini menyalurkan informasi dengan tujuan to inform (menginformasikan), to educate (mendidik), to persuade (mempengaruhi), dan to control social (mengontrol sosial). Melalui media televisi, radio, koran, digital, dan media lainnya informasi dapat tersebar secara massal.

Sesuai dengan pengertiannya, media massa merupakan sarana untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat (Bungin, 2006). Dari media inilah masyarakat bisa menyimpulkan terjadinya suatu peristiwa. Dari media pula opini masyarakat dapat terbentuk.

Oleh karena itu, pemanfaatan akan media sosial ini harus dibarengi dengan penciptaan konten yang edukatif dan berorientasi untuk kemajuan bangsa. Ekosistem media massa yang positif sangat perlu diwujudkan di negara berkembang seperti Indonesia.

Adanya kebebasan dalam bermedia menjadikan seseorang harus lebih selektif lagi dalam memandang suatu persoalan pada media massa. Seseorang tidak boleh sembarangan dalam memproduksi konten di media massa. Ini dikarenakan proses penyampaian informasi di media massa sangat cepat dan jejak digital sangat sulit untuk dihilangkan.

Dengan demikian, yang dapat dilakukan oleh masyarakat sebagai penerima pesan media massa adalah lebih selektif lagi dalam bermedia dan menggunakan proses procumer dengan baik dan benar. Demi terciptanya ekosistem digital yang positif dan mendukung perkembangan bangsa.

Referensi:

1. Katadata.co.id

2. Respati, W. (2014). Transformasi media massa menuju era masyarakat informasi di Indonesia. Humaniora, 5(1), 39-51.

3. Hidayat, F. P., & Ginting, R. (2018). Literasi Media Terhadap Penggunaan Media Sosial Instagram Pada Mahasiswa di Kota Medan. APPPTMA KE, 8, 1-5.

4. Kadarsih, R. (2008). Demokrasi dalam ruang publik: Sebuah pemikiran ulang untuk media massa di Indonesia. Jurnal Dakwah, 9(1), 1-12.

Selasa, 29 Maret 2022

Relasi Antara Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal

Komunikasi intrapersonal/Pixabay/
TentangTugas (30/03/2022) - Proses komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan dalam pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini. Seperti diketahui, komunikasi sendiri merupakan sebuah proses penyampaian informasi, pesan, perasaan, dan lain-lain. Dengan komunikasi, seseorang bisa menyampaikan ide dan gagasannya dengan baik. Tetapi, yang menjadi masalah adalah ketika seseorang kurang bisa mengkomunikasikan ide yang dipunyai dengan baik kepada orang banyak. Dari sini dapat dianalisis hubungan antara proses komunikasi interpersonal dan intrapersonal.

Rachmat (2008) menyebutkan dalam bukunya bahwa ada empat bentuk komunikasi yang terdiri atas komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa.

Dari segi pengertian, komunikasi intrapersonal adalah komunikasi dengan diri sendiri saat menerima rangsangan dari lingkungan. Sedangkan komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran makna orang-orang yang saling berkomunikasi. 

Menurut Joseph A. Devito (1997) komunikasi interpersonal merupakan jenis komunikasi yang paling efektif yang mencakup lima kausalitas umum yang perlu dipertimbangkan dan diawali dari keterbukaan, sikap empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hafied Cangara menjelaskan bahwa komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu, atau bisa disebut sebagai proses berkomunkasi dengan dirinya sendiri. 

Dalam pengambilan keputusan, sering kali seseorang dihadapkan pilihan antara Ya atau Tidak. Hal ini yang membuat adanya pertimbangan yang terjadi pada diri sendiri. Jika ditinjau dari segi keislaman, kekuatan berkomunikasi dalam diri melalui kekuatan akal, hati, roh, nafs yang dirangkul kekuatan fitrah akan bermanfaat dalam membina diri dan lingkungan sekitar. Ini disebutkan dalam surat Asy Syams (91) ayat ke 7 dan 8. 

Berdasarkan Suryanto (2015) komunikasi intrapersonal adalah komunikasi dengan menggunakan pikiran atau bahasa yang terjadi dalam diri komunikator. Komunikasi intrapersonal sangat diperlukan sebelum berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini disebabkan oleh dalam komunikasi intrapersonal melibatkan empat unsur yaitu sensasi, persepsi, memori, dan berpikir.  Pastinya komunikasi intrapersonal sangat berhubungan dengan komunikasi interpersonal karena hal itu sangat mempengaruhi terjadinya proses komunikasi yang efektif dan terarah.

Persiapan komunikasi intrapersonal yang baik akan menciptakan feedback yang baik dalam proses komunikasi intrapersonal. Ini akan menentukan cara seseorang dalam menyampaikan pesan, perasaan, informasi, dan ide dengan baik secara verbal atau nonverbal. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa relasi antara komunikasi intrapersonal dan interpersonal sangat erat dan saling mempengaruhi.

Contoh relasi antara kedua teori:

Komunikasi Interpersonal dan Intrapersonal dalam organisasi mempunyai banyak manfaat untuk menciptakan keefektifan. Keduanya saling melengkapi di mana komunika
si interpersonal mempunyai fungsi sebagai cara untuk menyampaikan informasi melalui komunikasi aktif, gestur tubuh, dan ekspresi jiwa.

Selain itu, komunikasi interpersonal dapat merespon pesan yang disampaikan dengan cepat dan tanggap. Sedangkan komunikasi intrapersonal berfungsi untuk memberikan pemahaman diri tentang perasaan terhadap lingkungannya dengan cara bertanya kepada diri sendiri. Hal inilah yang menyebabkan seseorang dapat efektif dalam kemasyarakatan. 

Contoh lainnya yang sangat mudah kita temukan dalam kehidupan kita adalah ketika kita ingin menjalin komunikasi dengan orang yang benar-benar kita sayangi. Pastinya kita akan memikirkan terlebih dahulu topik apa yang akan dibicarakan, cara penyampaian kata-kata yang tidak membuat risih, dan persiapan lainnya yang ada dalam diri kita. Dengan adanya persiapan intrapersonal tersebut akan memudahkan kita dalam menjalin komunikasi dengan orang lain sehingga tercipta kesepahaman bersama.

Referensi:

Irawati, Aulia, and Lucy Pujasari Supratman. “Komunikasi Intrapersonal Remaja Bertubuh Gemuk Dalam Unggahan Media Sosial Instagram.” eProceedings of Management 6, no. 2 (August 1, 2019). Accessed March 29, 2022. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/10526.

Patriana, Eva. “KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG BERLANGSUNG ANTARA PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DAN KELUARGA ANAK PELAKU PIDANA DI BAPAS SURAKARTA.” Journal of Rural and Development 5, no. 2 (2014). Accessed March 27, 2022. https://jurnal.uns.ac.id/rural-and-development/article/view/852.

Qudsi, Rahma, Aulia Sthephani, and Dina Safitri. “Leadership Training Untuk Mengasah Kemampuan Intrapersonal Dan Interpersonal Dalam Berorganisasi.” Community Education Engagement Journal 1, no. 1 (September 27, 2019): 52–57.

Rahmiana, Rahmiana. “KOMUNIKASI INTRAPERSONAL DALAM KOMUNIKASI ISLAM.” Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam 2, no. 1 (August 7, 2019): 77–90.

Selasa, 22 Maret 2022

Urgensi Sistem Komunikasi dalam Aspek Sosiologi di Indonesia

Sistem komunikasi /Pixabay/mohamed_hassan

TentangTugas (22/03/2022) - 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dari adanya proses komunikasi, seseorang bisa menyampaikan perasaan, ide, dan informasi yang dipunyai kepada orang lain agar bisa memperoleh pemahaman bersama.

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Berbagai macam aspek membutuhkan sebuah proses komunikasi. Contoh konkrit urgensi dari proses komunikasi adalah ketika seorang pemimpin yang memimpin anggota organisasinya. Dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik dan efektif untuk mengatur dan menyelaraskan tugas para anggotanya agar bisa mendapatkan tujuan bersama sama.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dengan baik dan efektif. Dalam artikel ini akan membahas mengenai pentingnya suatu sistem komunikasi yang baik dalam kehidupan sosial di Indonesia.

1. Pengertian Sistem Komunikasi

Jika diartikan secara harfiah, sistem komunikasi merupakan segala sesuatu yang saling berkaitan dalam proses komunikasi. Terdapat beberapa unsur yang menunjang sistem komunikasi. Hal tersebut disampaikan oleh Laswell yang meliputi sumber, pesan, saluran atau media, penerima, dan efek. Kelima hal tersebut saling mempengaruhi dalam kehidupan sosial. Unsur-unsur tersebut saling terhubung satu sama lain dan saling mempengaruhi.

Jika ada di antara unsur tersebut yang tidak bekerja secara optimal maka akan berpengaruh terhadap unsur lainnya.
Ilustrasi Penulis

Sistem juga bisa disebut sebagai suatu kata kunci yang dapat digunakan untuk memahami hubungan kausalitas terhadap berbagai gejala kehidupan. Sistem komunikasi di Indonesia meliputi sebuah sistem komunikasi yang terdiri dari komunikasi tradisional dan komunikasi modern yang berdasar kepada nilai budaya, nilai sosial, maupun politik.

Menurut Edward Ariyanto (2021) pada buku "Pengantar Ilmu Komunikasi" menyatakan bahwa setidaknya ada dua sistem yang beroperasi dalam proses komunikasi. Hal tersebut yaitu sistem internal dan eksternal. Sistem internal yang dimaksud adalah seluruh sistem nilai yang dibawa setiap individu ketika berpatisipasi dalam komunikasi sosial di lingkungan seperti sikap (attitude), pola pikir (thinking patterns), keadaan internal (internal state), struktur kognitif (cognitive structure), bidang pengalaman (field of experience), dan kerangka rujukan (frame of experience).

Kemudian, sistem eksternalnya yaitu seluruh unsur dalam lingkungan di luar dirinya seperti kata-kata yang dipilih untuk berbicara, isyarat fisik, kegaduhan di sekitar, cahaya, suhu ruangan, dan lain-lainnya. Sistem komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan terutama pada era teknologi yang menimbulkan kebisingan informasi.

2. Hubungan Antara Sistem Komunikasi dan Aspek Sosiologi

Aspek sosiologi mengkaji berbagai macam hal yang terkait dengan struktur sosial, interaksi sosial, hingga perubaha-perubahan sosial. Adanya interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lainnya menimbulkan terjadinya komunikasi.

Dalam sistemnya, sosiologi komunikasi melibatkan unsur komunikasi interpersonal, budaya, media massa, proses interaksi, teknologi, dan kelompok sosial. Jika dikaitkan dengan proses sosial, komunikasi menjadi sebuah cara untuk melakukan perubahan sosial. Komunikasi menjadi solusi adanya diskriminasi atau pembedaan yang ada sehingga mampu merekatkan sistem sosial masyarakat.

Sistem komunikasi di Indonesia mencakup sebuah proses sosial, budaya, dan politik. Sistem komunikasi berfungsi merekatkan hubungan antara komponen masyarakat, membuka peradaban baru, dan berfungsi sebagai kontrol sosial.

Menurut Talcot Parson, dalam aspek sosial sistem komunikasi bisa digambarkan sebagai berikut.

Analisis sistem komunikasi berdasarkan sistem tindakan Talcot 

Menurut Suwarto (2005) proses dan struktur sosial melibatkan proses komunikasi agar masyarakat bisa bersosialisasi dan memahami satu sama lain.  Di era perkembangan teknologi saat ini, peran media sebagai perantara informasi secara massa memiliki pengaruh yang kuat dalam tatanan kehidupan masyarakat.

3. Urgensi Sistem Komunikasi dalam Aspek Sosiologi di Indonesia

William I. Gorden (Mulyana, 2005) mengungkapkan bahwa sistem komunikasi memiliki empat fungsi yang urgen dalam kehidupan sosial yaitu sebagai komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual, dan komunikasi instrumental.

a. Fungsi komunikasi sosial: sebagai motif manusia untuk membangun diri, aktualisasi diri, memperoleh kebahagiaan, dan memupuk hubungan dengan orang lain,

b. Fungsi komunikasi ekspresif: sebagai cara seseorang untuk mengekspresikan informasi dengan baik agar bisa diterima orang lain dengan baik,

c. Fungsi komunikasi ritual: komunikasi ini merupakan cara seseorang untuk berkomitmen terhadap nilai keyakinan terhadap budaya, tradisi, keluarga, bangsa, atau agamanya.

d. Fungsi komunikasi instrumental: berfungsi untuk menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap atau keyakinan, mengubah perilaku, dan menghibur.

Dari berbagai fungsi tersebut, dapat dianalisis bahwa komunikasi dan sosiologi memiliki hubungan yang sangat erat. Proses komunikasi dapat mempengaruhi berbagai macam aspek kehidupan sosial. Di era teknologi yang semakin berkembang pesat menjadikan sistem komunikasi saling mempengaruhi sampai saat ini.

Keterkaitan antara satu unsur komunikasi dengan yang lainnya menciptakan sistem komunikasi yang berdampak terhadap tatanan sosial di Indonesia. Bisa dilihat melalui fenomena saat ini, media massa sebagai unsur komunikasi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap budaya masyarakat. Adanya TikTok, Instagram, YouTube, WhatsApp dan media sosial lainnya menjadikan proses komunikasi terjalin tanpa adanya batasan.

Fenomena media massa saat ini terus mengalami perkembangan begitu pesat baik media cetak, elektronik, maupun media digital. Tetapi, ekosistem media massa saat ini masih terlihat tidak merata. Media cetak dan elektronik sudah dikalahkan oleh media sosial. Namun, sangat disayangkan saat ini media sosial membawa dampak terhadap ekosistem media Indonesia. Banyak sekali konten yang merusak generasi selanjutnya.

Oleh sebab itu, pengetahuan tentang sistem komunikasi sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan kelima unsur komunikasi sehingga dapat menciptakan iklim sistem komunikasi yang efektif dan terarah.

Referensi:

Aditia, R. (2021). Sistem Komunikasi Indonesia: Suatu Proses Sosial, Budaya, dan Politik. Connected: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1-10.

Ariyanto, E. (2021). Pengantar Ilmu Komunikasi (Sejarah, Hakikat, dan Proses), Yogyakarta: DIVA Press.

Sikumbang, A. T. (2014). Komunikasi Bermedia. Jurnal Iqra, 8(1).

Suwarto, D. H. (2005). Sosiologi Komunikasi.

Widodo, A. S. Landasan Konseptual Sistem Komunikasi Indonesia.


Sistem Komunikasi Masyarakat Kota dan Pengaruhnya terhadap Peradaban Berdasarkan Aspek Sosiologi Komunikasi

Sistem Komunikasi Masyarakat Kota ABSTRAK Komunikasi mempunyai peran penting dalam interaksi sosial masyarakat. Dalam setiap wilayah memilik...